Entries

PEMBERANTASAN KORUPSI DI PERSIMPANGAN JALAN

Oleh Mustafa Kamal Rokan

Alumni Magister Hukum UI

Dengan bangganya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim kinerjanya “telah berhasil” tahun 2006 dengan indikator telah melampaui target tahun 2006. Benarkah? Dalam siaran persnya (27/12/06) paling tidak ada tiga hal yang dijadikan KPK sebagai indikator keberhasilan. Pertama, KPK telah berhasil menyidik 26 kasus korupsi selama satu tahun ini. Kedua, KPK juga menganggap bahwa hanya lembaganya yang mampu memvonis bersalah terhadap semua kasus korupsi yang masuk, hal ini menunjukkan KPK selalu menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dalam menangani perkara. Ketiga, KPK telah mampu mengungkap perkara korupsi kelas kakap, seperti perkara Gubernur Kalimantan Timur non aktif, menteri Kelautan dan Perikanan dan beberapa mantan pejabat lainnya.

Continue reading…

Kenakalan Intelektual Vs Kekakuan Tafsir

Oleh: Mustafa Kamal Rokan

Pengurus Pusat ICMI Muda

Seringkali orang saling menghadapkan antara kelompok pembaharuan (modernis) dan kelompok anti pembaharuan (konservatif) dengan parameter tekstualis atau kontekstualis. Kelompok anti pembaharuan selalu diklaim menggunakan metode tafsir yang bersifat monoton dan “kaku” dalam memahami teks, sehingga sering disebut tekstualitas. Para tekstualis terkesan “tertutup” dari “sunyi” dari “kreativitas” tafsir. Sedangkan kelompok pembaharu sering diklaim sebagai orang yang “terlalu kreatif” dengan menggunakan berbagai sudut pandang sosiologis, historis, antropologis berikut lengkap dengan berbagai teori barat sehingga “terlempar jauh” dari makna aslinya. Atau dengan bahasa sederhana, para pembaharu selalu membuat “dinamika” terhadap teks-teks suci. Pada gilirannya keterikatan pada tekstualitas menimbulkan faham radikalis dan konservatif.

Continue reading…

MENUMBUHKAN SEKTOR RIL DAN INVESTASI SYARIAH

Oleh : Mustafa Kamal Rokan

Dosen Hukum Bisnis Fak. Syariah IAIN SU

Paling tidak ada dua persoalan dalam pertumbuhan perekonomian (economic growth) Indonesia, yakni lambannya pertumbuhan sektor ril dan persoalan pertumbuhan investasi yang menemui banyak kendala.

“Keberhasilan” pertumbuhan ekonomi kita lebih kepada perkembangan ekonomi makro. Tahun 2007 lalu, pertumbuhan ekonomi kita mencapai angka 6,3 persen, sedangkan pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) mencapai 52 persen. Angka yang fantastis sekaligus menempatkan kinerja bursa Indonesia sebagai terbaik kedua di Asia saat ini.

Namun keberhasilan ekonomi makro tersebut tidak diikuti pertumbuhan mikro ekonomi, sehingga persoalan pengangguran dan kemiskinan masih menjadi pemandangan yang tiada habisnya di negeri ini. Tentunya banyak faktor yang menjadi penyebab kondisi tersebut terjadi. Selain political will pemerintah yang belum banyak menyentuh pada kebijakan-kebijakan yang memberdayakan masyarakat kecil melalui alokasi dana APBN ataupun APBD.

Continue reading…